Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 April 2012

Bagaimana sateLit HubbLe mengambiL foto benda angkasa?

Saat sateLit HubbLe memfoto, objek - objek yang Luar angkasa tidakLah berwarna, jadi untuk memprosesnya menjadi berwarna, maka sateLit meLakukan beberapa kaLi pengambiLan gambar. Gambar - gambar ini diambiL dengan fiLter yang berbeda - beda, jadi cahaya - cahaya dengan panjang geLombang tertentu itu dapat dideteksi. Dari sini, para iLmuwan tadi kemudian mempeLajari gambar - gambar tadi hanya daLam kuaLitas infra-merah.


Bisa diLihat daLam gambar, sejumLah 3 fiLter digunakan untuk mendapatkan cahaya merah, hijau, dan biru. Gambar tersebut dicatat oLeh detektor cahaya sebagai tumbukan foton (photon hits); semakin terang gambar, maka semakin banyak foton yang dideteksi, gambar yang dihasiLkan juga berupa warna hitam dan putih.
Langkah berikutnya untuk menghasiLkan gambar fuLL-coLor adaLah dengan menghiLangkan gambar kasarnya dengan menghiLangkan photon hits dan bias yang terjadi dikarenakan pikseL yang berbeda pada detektor. Kemudian Langkah terakhir dari ketiga gambar tadi adaLah emnggabungkannya menggunakan image processing program, seperti Adobe Photoshop. Pada bagian ini, fiLter - fiLter yang berbeda tadi diberikan warna, tidak harus seperti asLinya. Seprti contoh di atas, cahaya merah diberi kode biru, hijau sebagai merah, dan biru sebagai hijau. Kemudian gambar tadi dimanipuLasi sedemikian rupa agar menarik untuk diLihat mata kita.

sumber: http://burro.astr.cwru.edu/stu/advanced/20th_close_hst.html

Senin, 19 Desember 2011

Jangan Takut Dengan Supernova


TeLah diketahui besarnya energi yang dikeLuarkan saat supernova meLedak sebagaimana matahari dahuLu terbentuk, kejadian ini menjadi saLah satu teori yang dikemukakan dari para astronom mengenai kemungkinan kiamat yang disebabkan Ledakan ini dan kemungkinan yang dapat terjadi pada tahun 2012 dan akan merusak kehidupan di bumi ini. Akan tetapi dikarenakan jarak yang sangat jauh, para astronom mengatakan dengan yakin bahwa supernova ini tidak akan mengancam kehidupan di bumi.

Para astronom memperkirakan bahwa daLam setiap abad terjadi 2 Ledakan supernova. Menurut astronom, untuk dapat menghancurkan bumi, minimaL supernova berjarak 50 tahun cahaya dari bumi kita, akan tetapi bintang-bintang terdekat yang berpotensi untuk itu berjarak Lebih dari 50 tahun cahaya.
PLanet apapun yang memiLiki kehidupan didaLamnya dan dekat dengan bintang yang sedang mengaLami supernova, maka akan menjadi ancaman serius. Radiasi sinar-X dan gamma dari supernova dapat merusak Lapisan ozon, dimana ozon sendiri adaLah Lapisan bumi yang berfungsi untuk meLindungi kita dari kerusakan yang akan timbuL dari sinar uLtravioLet  (UV) yang dipancarkan matahari. Semakin tipis Lapisan ozon, maka akan semakin banyak sinar UV yang mencapai permukaan bumi. Pada suatu pancaran geLombang uLtravioLet yang teLah mencapai permukaan bumi, maka akan berdampak sangat serius terhadap organisme-organisme yang hidup, termasuk pitopLankton  yang hidup dekat dengan permukaan air Laut. Tentu saja serius, dikarenakan pitopLankton juga makhLuk yang memproduksi oksigen, sedikit saja masaLah terjadi pada organisme ini, maka pLanet ini akan mengaLami ancaman serius.

Jenis Ledakan Lainnya, yaitu Ledakan sinar gamma. Ledakan sinar gamma adaLah Ledakan yang biasanya sering dijumpai bersamaan dengan supernova. Ketika bintang musnah dengan sendirinya, atau setidaknya saat dua neutron bintang2 bertubrukan, akan meLahirkan sebuah Lubang hitam. Saat zat tertentu bergerak ke arah Lubang hitam, maka zat tersebut akan mengaLami percepatan menjadi partikeL dengan kecepatan tinggi yang sangat kuat yang dapat menembus suatu bintang, bahkan sebeLum Lapisan terLuar bintang tersebut muLai runtuh dan apabiLa partikeL dengan kecepatan tinggi ini mengarah ke arah bumi, sateLit Luar angkasa akan mendeteksi Ledakan dari sinar gamma yang berenergi besar di suatu tempat di angkasa. Ledakan ini terjadi setiap harinya dan sangat kuat sehingga Ledakan itu bahkan bisa diLihat waLau berjarak miLiaran tahun cahaya.


Ledakan sinar gamma dapat mempengaruhi bumi sama seperti supernova, dan dengan jarak yang memungkinkan, akan tetapi hanya jika partikeL dengan kecepatan tinggi itu mengarah ke bumi.Para astronom memperkirakan jarak antara Ledakan sinar gamma yang berpotensi dapat mempengaruhi bumi adaLah sekitar 10.000 tahun cahaya. Sejauh ini, Ledakan yang tercatat berjarak 1,3 miLiar tahun cahaya yang dikenaL dengan GRB 031203. PLanet kita sudah pernah mengaLaminya disepanjang sejarah, akan tetapi tidak untuk daLam waktu dekat, apaLagi pada buLan Desember 2012.


Sabtu, 17 Desember 2011

Vesta, asteroid atau pLanet?





Vesta teLah ditemukan sekitar 2000 tahun LaLu, akan tetapi sampai saat ini, hanya terLihat sebagai benda Langit yang kabur, dan beranggapan benda ini masih Lebih besar Lagi, dengan permukaan batuan. Namun saat ini pesawat Luar angkasa teLah mengungkapkan kompLeksivitas dari "dunia kuno" ini.
"Kita teLah meLihat gunung-gunung yang sangat besar, bukit-bukit, Lembah-Lembah, tebing-tebing, paLung-paLung, kawah-kawah dengan berbagai ukuran, dan juga daratan." kata Chris Russell, kepaLa investigasi UCLA. "Vesta bukanLah sebuah boLa batu sederhana. Ini adaLah dunia yang kaya akan sejarah geometri dan ini adaLah sdikit cerita untuk diungkapkan Lebih Lanjutl!"

Faktanya, asteroid itu sangat kompLeks, sehingga RusseLL dan timnya menyebut asteroid sebagai "pLanet kerdiL."


Vesta memiLiki permukaan besi, kata RusseLL, dan fitur dari permukaannya menandakan bahwa asteroid ini berbeda dengan bumi, Merkuri, Mars, dan Venus.

Perbedaan adaLah apa yang terjadi ketika bagian daLam dari pLanet mendapatkan panas yang cukup untuk meLeLeh, memisahkan materiaL-materiaL menjadi Lapisannya. MateriaL yang Lebih ringan mengapung ka atas, sementara materiaL Lain seperti besi dan nikeL akan tenggeLam ke daLam inti pLanet. Para peneLiti percaya bahwa proses semacam ini juga terjadi pada Vesta

Keadaan itu dimuLai sekitar 4,57 miLiar tahun LaLu, saat pLenet-pLanet pada sistem tata surya muLai membentuk dari nebuLa purba. Saat pembentukan pLanet Jupiter, kekuatan dari pLanet Jupiter mempengaruhi materiaL dari sabuk asteroid, sehingga objek2 Luar angkasa disekitarnya tidak dapat menyatu. Pada saat itu Vesta berada pada saat proses pembentukannya saat pLanet Jupiter mempengaruhinya.

Meski pertumbuhan asteroid Vesta teLah dihaLangi, tetap saja dianggap berbeda dengan pLanet pada umumnya.

"Kita percaya bahwa sistem tata surya teLah menerima hantaman radioaktif dari unsur aLumunium dan besi dari Ledakan supernova terdekat saat Vesta sedang terbentuk." jeLas RuseLL. "MateriaL-materiaL ini merusak dan memberikan panasnya. Saat asteroid sedang menggabungkan materiaL-materiaL untuk menjadi bentuk boLa batu besar, saat itu juga asteroid menjebak panas daLam di daLamnya."

Saat permukaan Vesta meLeLeh, materiaL yang Lebih ringan menuju permukaan, membentuk gunung-gunung, dan aLiran Lava.

"Kami pikir Vesta teLah memiLiki gunung api dan aLiran Lava saat itu, meskipun kami beLum menemukan gunung api purba disana" jeLas RuseLL. "Kami masih meneLitinya. Daratan Vesta terLihat serupa dengan daratan Hawaii, dengan terdapat Lava basaL yang mengeras seteLah mengaLir ke permukaan."

Vesta memiLiki kesamaan dengan pLanet pada umumnya, dan  mungkin bisa dikLasifikasikan Lagi bukan sebagai asteroid, namun sebagai pLanet kerdiL.

Rabu, 14 Desember 2011

Apa Stasiun Luar Angkasa itu?

Apa itu stasiun luar angkasa internasional?

An artist's picture of the finished space station
Stasiun luar angkasa adalah salah satu objek yang paling terang di luar angkasa
Stasiun luar angkasa internasional adalah pesawat yang sangat besar yang mengorbit bumi dan tempat dimana astronot tinggal. Tempat ini juga sebagai laboraturium sains. Banyak negara bekerjasama untuk membangun laboraturium itu dan mereka gunakan bersama-sama.
Stasiun luar angkasa terbuat dari bagian-bagian kecil, bagian-bagian itu dirangkai diluar angkasa oleh astronot. Orbit stasiun luar angkasa adalah sekitar 220 mil di atas bumi. NASA juga menggunakan stasiun ini untuk mempelajari bagaimana hidup dan bekerja di luar angkasa. Hal ini akan membantu NASA ke depannya.




Berapa usia stasiun luar angkasa?
Bagian pertama dari stasiun luar angkasa diluncurkan pada tahun 1998 dengan menggunakan roket oleh Rusia. Kemudian bagian-bagian lain ditambahkan. Dua tahun kemudian, stasiun siap dioperasikan. Awak pertama tiba disana pada bulan Oktober 2000. Kemudian banyak yang telah tinggal di stasiun luar angkasa semenjak itu. Bagian demi bagian kemudian ditambahkan lagi. NASA beserta rekan dari seluruh dunia menyelesaikan stasiun luar angkasa ini pada tahun 2011.

Three crew members pose on the space station, with one upside-down
gambar memperlihatkan awak ke-17 yang telah tinggal di stasiun l
Seberapa besar stasiun luar angkasa itu?

Stasiun luar angkasa memiliki tempat yang luas di dalamnya, diantaranya rumah yang dilengkapi 5 kamar tidur, dua kamar mandi, gym, dan jendela yang besar. Enam orang dapat tinggal di dalamnya. Berat dari Stasiun luar angkasa sendiri adalah hampir jutaan pon atau sekitar ratusan ribu kilogram. Stasiun luar angkasa ini setara dengan lapangan sepakbola, dan di dalamnya terdapat laboraturium sains dari Amerika Serikat, Rusia, Jepang, dan Eropa.


Bagian-bagian apa saja yang terdapat di stasiun luar angkasa?

Stasiun luar angkasa memiliki banyak bagian. Bagian-bagian itu disebut modul. Modul pertama memiliki bagian yang dibutuhkan untuk membuat stasiun luar angkasa dapat bekerja. Astronot juga tinggal di dalam modul tersebut. Modul-modul tersebut dinamakan "nodes" dikarenakan menghubungkan bagian satu dengan bagian yang lain. Laboraturium disana memungkinkan astronot untuk dapat melakukan riset.

Pada bagian sisi dari stasiun luar angkasa ini terdapat panel matahari. Bagian ini mengumpulkan energi dari cahanya matahari yaitu mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik. Tersedia juga lengan robot yang digunakan untuk membantu astronot membuat stasiun. Lengan robot ini juga dapat menggerakkan astronot mengelilingi stasiun luar angkasa dan mengendalikan eksperimen sains.

Sistem "airlock" sama seperti mekanisme sebuah pintu. Astronot menggunakannya untuk keluar atau masuk stasiun luar angkasa.

"Docking ports" juga seperti pintu. Bagian ini memungkinkan pesawat luar angkasa agar dapat terhubung dengan stasiun luar angkasa. Awak dan pengunjung masuk dari pesawat luar angkasa melalui "docking port" ini. Port ini juga digunakan untuk supply ke dalam stasiun.




An astronaut works outside a space station module
Astronot bekerja dengan pakaian luar angkasa untuk membangun stasiun luar angkasa.

Kenapa begitu pentingnya stasiun luar angkasa?
Stasiun luar angkasa adalah rumah dalam orbit. Orang2 telah tinggal di dalamnya sejak tahun 2000. Laboraturium di dalamnya adalah tempat dimana orang-orang melakukan riset. Riset yang mungkin tidak dapat dilakukan di bumi.
Ilmuwan mempelajari apa yang terjadi pada orang-orang yang hidup di luar angkasa. NASA telah belajar bagaimana caranya agar tetap bekerja di stasiun luar angkasa dalam waktu yang lama. Ilmu ini akan sangat bermanfaat untuk masa depan.

NASA juga mempunyai rencana untuk mengirim manusia keluar angkasa melebihi yang sebelumnya. Stasiun luar angkasa ini adalah salah satu langkah untuk mencapai rencana itu. NASA akan menggunakan pengetahuan yang didapat dari sini untuk menyiapkan astronot-astronot agar mereka siap untuk menjelajahi luar angkasa.

terjemah dari http://www.nasa.gov/

Template by:
Free Blog Templates